Pindah Domain ke DhikaMCR.Web.Id
11 March 2011 Leave a comment
Alhamdulillah saya bisa upgrade blog ke domain baru.
Mulai saat ini silahkan kunjungi blog baru saya yang beralamat di http://dhikamcr.web.id
Terima kasih.
Marketing, Manajemen Bisnis, dan Personal Branding dalam Era Digital
11 March 2011 Leave a comment
Alhamdulillah saya bisa upgrade blog ke domain baru.
Mulai saat ini silahkan kunjungi blog baru saya yang beralamat di http://dhikamcr.web.id
Terima kasih.
4 January 2011 Leave a comment

Hari itu, seperti biasa saya melakukan aktivitas rutin mencari informasi baru dari berbagai media. Kebetulan yang saya manfaatkan dahulu adalah media cetak berupa koran yang memeliki merek KOMPAS. Setelah membuka dan membaca kesana kemari akhirnya secara tidak sengaja menemukan sebuah publikasi apik. Publikasi yang isinya beberapa kompetisi ini merupakan hasil kerjasama komunitas anak muda dari Kompas.Com yang bernama Kompas Muda dan juga perusahaan air minum yang pasti setiap anak muda mengenalnya, ya, AQUA.
Karena saya rasa hasil cetakan di koran yang saya baca tersebut kurang nyaman untuk dibaca, maka akhirnya saya memutuskan untuk langsung menuju dunia maya ke situs yang tertera di publikasi tersebut, Mudaers.Com. Pada halaman awal saya langsung dapat memperoleh informasi yang ingin saya gali lebih dalam. tersebut Kompetisi yang diadakan guna memperingati empat tahun Kompas Muda ini mengambil tema “IT’s About Us: Air untuk Masa Depan”. Dari tema besar yang diangkat tersebut kompetisi ini menurunkannya ke dalam lima kategori kompetisi yaitu bidang fotografi, kepenulisan, web, musik, dan komik. Kelima kompetisi ini diperuntukan bagi pelajar SMA dan Mahasiswa dengan usia dalam rentang 15-22 tahun (kecuali kompetisi menulis yang dibatasi hanya untuk pelajar SMA saja). Kompetisi yang memiliki batas waktu sampai tanggal 15 Februari 2011 ini akan mengambil juara sebanyak tiga orang tiap kategorinya dengan hadiah-hadiah yang cukup menarik dan beragam, mulai dari uang tunai hingga sepeda. Maka, tunggu apa lagi, segera gabung dalam kompetisi ini!
29 December 2010 2 Comments
Creativepreneurship for Nation Competitiveness, sebuah seminar dalam bentuk roadshow 4 kampus yang diselenggarakan di Universitas Internasional – Batam, Institut Sepuluh Nopember – Surabaya, Universitas Udayana – Bali, dan Universitas Jenderal Soedirman – Purwokerto dengan penyelanggara Kementerian Perdagangan Republik Indonesia ini berhasil mengikat perhatian saya untuk ikut bergabung mengikutinya. Ketertarikan saya tertuju pada tema yang diusung tersebut, creativpreneurship. Ya, pemerintah khususnya melalui Kementerian Perdagangan sedang gencar mengembangkan ekonomi kreatif di Indonesia tercainta kita ini. Seminar ini mendatangkan pembicara-pembicara dimana mereka berkecimpung mengembangkan bisnisnya dengan berbasis kreativitas. Pembicara seperti Ariana Susanti pelaku bisnis branding & packaging, Ferry Yuliana pelaku bisnis natural bag & garment, sampai artis Iga Mawarni sebagai pelaku jazz musician cukup mampu mempengaruhi saya untuk melirik sektor ini. Sebuah bisnis yang berdasar pada kreativitas ini diharapkan dapat berkembang di lingkungan kampus khususnya dan masyarakat umumnya yang kemudian dapat mendongkrak perkembangan ekonomi kreatif di Indonesia.
Ekonomi kreatif, sebuah istilah baru di telinga saya yang membuat saya penasaran. Sampai akhirnya secara tidak sengaja saya memperoleh sebuah majalah apik terbitan Kementerian Perdagangan RI bernama Media Perdagangan. Dalam majalah edisi 5 tahun 2009 ini ternyata membahas perihal ekonomi kreatif yang pada waktu itu menjadi sesuatu yang membuat penasaran bagi saya. Disebutkan bahwa ekonomi kreatif merupakan era ekonomi baru yang mengintensifkan informasi dan kreativitas dengan mengandalkan ide dan stock of knowledge dari SDM sebagai faktor produksi utama dalam kegiatan ekonominya. Selanjutnya dejelaskan pula perihal ide bahwa menurut Ekonom Paul Romer (1993), ide adalah barang ekonomi yang sangat penting, lebih penting dari objek yang ditekankan di kebanyakan model-model ekonomi. Di dunia dengan keterbatasan fisik ini, adanya penemuan ide-ide besar bersamaan dengan penemuan jutaan ide-ide kecil-lah yang membuat ekonomi tetap tumbuh. Jadi, ketika dulu kita begitu mengandalkan faktor SDA untuk menggerakkan ekonomi negara maka sekarang telah bergeser pada optimalisasi SDM ketika persaingan sudah makin ketat.
2 October 2010 4 Comments
Baru saja saya bertemu dengan seorang kawan yang menawarkan pada saya sebuah pekerjaan. Kawan yang selama ini sering bertemu namun jarang (bahkan tidak pernah) berbincang-bincang, untuk waktu pertama kali berbincang ini langsung menawarkan sebuah pekerjaan yang sepertinya saya tertarik untuk menerimanya. Ya, di saat sedang bingung memikirkan tugas akhir yang baru tersentuh kulit luarnya saja, ada tawaran pekerjaan yang sepertinya sedikit mengalihkan kebingungan itu, semoga.
Dalam tulisan kali ini saya tidak akan membahas perihal sahabat saya itu atau mengenai pekerjaan yang dia tawarkan tersebut. Akan tetapi yang akan saya share ialah perihal isi dari perbincangan pertama saya tersebut. Sebagai seorang mahasiswa yang tergolong kelompok mahasiswa senior (dalam kata lain “mahasiswa tua”) masalah yang saya kira umum ada di kepala saya dan kawan-kawan selain pusing dikejar oleh tugas akhir, ialah perihal nasib senioritas saya dan kawan-kawan selepas menyelesaikan tugas akhir dan mendapat gelar sarjana. Bagi yang ingin meneruskan sekolah, mencari pekerjaan, atau pun membuka lapangan kerja semuanya memiliki jatah ketidakpastian yang jika tidak kita persiapkan dengan baik maka semua itu hanya mimpi-mimpi yang saya kira salah (atau terlambat) dalam menggunakan jalan pencapain yang seharusnya. Topik “pemilihan jalan” inilah yang membuat saya memutuskan untuk menuliskannya dalam blog ini.
13 July 2010 3 Comments
Membangun halaman Facebook bagi retailer tidak semudah seperti para pemilik merek. Karena para retailer harus sangat memperhatikan privasi pelanggan mereka. Balanja tidak diragukan lagi merupakan sebuah aktivitas sosial, namun ketika mereka harus membagi rahasia belanjanya, karena kalau tidak, beberapa orang akan langsung menarik diri. Untuk itu para retailer membutuhkan strategi yang tepat sebelum membangun fan page Facebook. Setidaknya ada lima hal yang perlu diperhatikan.
Tengoklah apa yang dilakukan oleh 1-800-FLOWER dan Best Buy. Best Buy mendorong para pelanggan untuk berbagi pengalaman belanja mereka dengan menceritakannya di Wall Facebook. Sementara 1-800-FLOWER menjadikan fan page Facebook-nya sebagai toko virtual.
10 July 2010 Leave a comment
Pada hari Rabu tanggal 7 Juli 2010 kemarin STMIK AMIKOM Purwokerto menyelenggarakan seminar bertema Revolusi Bisnis. Di jaman yang makin berkembang pesat dalam hal teknologi terutama teknologi informasi dan komunikasi ini telah menuntut kita untuk lebih kreatif dan inovatif dalam memanfaatkan peluang yang ada di sekitar kita. Melihat pertumbuhan pengguna internet di dunia serta di Indonesia khususnya yang terus mengalami pertumbuhan hendaknya kita dapat memanfaatkannya guna menjadikannya sebagai peluang bisnis baru di era internet ini. Oleh karena itu, revolusi bisnis melalui technopreneurship merupakan salah satu solusi bagi setiap orang yang ingin memanfaatkan peluang besar ini.
Seminar yang pelaksanaannya terlambat sekitar satu setengah jam dari jadwal ini menghadirkan dua pembicara, yaitu Prof. Dr. M. Suyanto, M.M. (Pakar Technopreneurship dan Ketua STMIK AMIKOM Yogyakarta) dan Eko Wahyudi (Branch Manager PT. Telkomsel Purwokerto). Kedua pembicara berbicara perihal peluang-peluang yang sebenarnya masih dapat digali bagi kita untuk dimanfaatkan sebagai lahan bisnis baru. Kalau M. Suyanto sendiri berbicara bagaimana perjuangan beliau mendirikan STMIK AMIKOM Yogyakarta mulai dari tidak memiliki gedung sampai sekarang yang sudah mampu membuka cabang diberbagai kota di Indonesia. Sedangkan Eko Wahyudi lebih condong pada usaha beliau mempromosikan Telkomsel sebagai partner bisnis yang dapat diajak bekerja sama melalui berbagai program yang ada di Telkomsel.
8 May 2010 Leave a comment
Berbicara mengenai masalah klaim produk Indonesia yang katanya diambil oleh bangsa lain beberapa waktu lalu memang hangat diperbincangkan. Mulai dari kesenian, kerajinan, produk makanan, dan lain-lain. Akibat adanya masalah tersebut membuat masyarakat Indonesia mulai mengambil gerakan, diantaranya yang banyak dilakukan ialah dengan melalui aksi ke lembaga-lembaga tertentu. Mereka merasa bahwa milik mereka diambil orang lain dan perlu adanya gerakan untuk mengembalikan itu semua. Itu adalah fenomena yang ada di negeri kita ini, Indonesia. Kita mulai terancam dengan tindakan bangsa lain yang mulai mengusik keberadaan kita ini. Berlanjut dari itu semua, sebagai usaha preventif, pada tahun 2009 lalu Indonesia berhasil mengklaim “batik” sebagai budaya asli bangsa Indonesia. Keputusan ini dikeluarkan oleh UNESCO yang memang berkepentingan akan hal ini pada bulan Oktober 2009 lalu.
Mengamati perkembangan selanjutnya setelah proses pengakuan tersebut, kita dapat melihat bahwa batik sepertinya telah berubah posisinya dalam segmen produk di Indonesia. Dulu yang dirasa bahwa batik sebagai produk untuk segmen usia dewasa telah menikah dan mempunyai anak hingga usia di atasnya. Kini keberadaan tersebut sepertinya berubah. Batik telah lebih familiar dengan segmen usia yang lebih muda, mulai dari usia anak-anak, remaja, hingga dewasa belum menikah. Ketika melihat acara di banyak kampus pun sekarang telah terbiasa melihat mahasiswa mengenakan baju batik sebagai seragam mereka. Bukan hanya dosen atau pembicara saja yang mengenakannya. Bahkan dalam ruang kuliah pun sudah banyak kita jumpai para mahasiswa mengenakan batik. Keadaan ini mengindikasikan bahwa mahasiswa sudah menjadikan batik sebagai salah satu alternatif berpakaian mereka. Read more of this post